Fallasi 03

Baiklah dalam blog kali ini penulis menegaskan bahwa Fallasi adalah kaidah-kaidah yang mengatur semua dialog atau percakapan antar manusia. Dalam konteks Fallasi, orang yang salah bukan hanya dari satu pihak saja, melainkan dapat terjadi dalam dua pihak sekaligus.

Fallasi atau sering disebut sesat pikir, merupakan sebuah kata untuk menggambarkan bagaimana seseorang salah berpikir atau sesat pikir yang dapat berakibat fatal. Hal ini dapat terjadi karena seseorang mengeluarkan argumen yang bertele-tele juga bisa berakibat fatal jika pendengar tidak serius menanggapi argument tersebut.

Mengenali fallasi sangatlah penting karena dapat memenangi dalam sutu perdebatan, yang mana apa yang disampaikan nya bukan hanya argument yang kuat. Akan tetapi dengan mengutarakan bahasa yang tidak kuat yang dapat mengecoh atau membuat keliru, bahkan dapat menghipnotis publik. Mereka adalah pengguna fallasi yang berusaha memenangai perdebatan atau argumentasi dengan cara memanipulasi masa dengan Bahasa yang dapat membuat keliru si pendengarnya atau publik.

Dalam fallasi terdapat jenis fallasi yang disebut Begging the question, mundur dari tanggung jawab (?).

Begging the question adalah Anda tidak membuktikan apa yang seharusnya Anda buktikan tapi justru menerimanya sebagai kebenaran. Argumen ini terjadi ketika suatu pihak menggunakan pola pikir yang melingkar, dan sering digunakan dalam lingkungan keluarga, sekolah atau masyarakat. Begging the question ini akan menjadi tidak jelas, bagian mana yang argumen dan bagaimana yang pro kontra. Contoh sesat pikir ini seperti seorang yang memberi pertanyaan tetapi diulang menjadi pernyataan sehingga akan membuat ambigu pendengarnya.

Contoh:

Adam adalah pemimpin yang tegas, karena iya selalu ditakuti dan disegani oleh masyarakat.

Fallasi ini mengklim kata sebagai argument atau dalil yang sebelumnya, Anda meletakkan konklus (kesimpulan) sebagai salah satu premis atau sebagai dasar pemikaran, dan problem sebagai solusi. Ini merupakan bagian dari arguing in a circle/al-istidlal al-da’iri.

Contoh:

Hewan adalah binatang.
Semua binatang bisa bernafas.
Jadi, hewan bisa bernafas.

Konklus sama dengan premis mayor. Hewan dan binatang adalah sinonim.

Padahal prinsip argumentasi adalah Bukti (premis-premis) harus lebih jelas dari pada Yang Dibuktikan (konklusi). Fallasi ini sejenis penyelundupan. Kita bisa menyelundupkan konklusi yang harus Kita buktikan kedalam premis-premis pembuktian.

Sumber : https://bangapad.wordpress.com/2019/02/11/fallasi/

Fallasi 02

Fallasi adalah bentuk-bentuk argumentasi yang keliru yang tampak seolah-olah benar. Fallasi dibahas secara khusus dalam Informal Logic (al-manthiq ghayr al-shuri). Informal Logic adalah penggunaan logika untuk mengenali, menganalisis, dan menilai argumentasi-argumentasi yang digunakan di dalam percakapan atau dialog sehari-hari baik dalam obrolan, iklan, debat politik dan persidangan baik yang kita temukan di koran, radio, tv, internet, dll.

Mempelajari fallasi bukan hanya dengan satu pengertian fallasi karena fallasi mempunyai banyak makna serta memerlukan ilmu logika yang berhubungan antara akal pikiran dengan tata bahasa bagi lisan. Ilmu logika dapat melindungi pikiran dari kesalahan dan dapat menyikapi tabir (penghalang) dari konsep-konsep yang (halus). Fallasi mempunyai banyak jenis-jenisnya, dalam jenis fallasi mempunyai karakter pembeda yang membuat fallasi bukan hanya satu pengertian saja. Dan dalam mempelajarai fallasi juga harus mempelajari ilmu logika agar lebih memahamai mana fallasi dan mana yang bukan fallasi.

Kali ini jenis fallasi atau sesat pikir yang digunakan dalam memberikan pernyataan yang dilontarkan oleh orang yang mempunyai wewenang lebih tinggi dari pada yang mendengarkan dan pernyataan tersebut di anggap benar karena jabatan dan takut akan atasan, hal ini disebut appel to authority.

Appel to authority dari namanya bisa kita simpulkan bahwa kita seolah-olah dipaksa tunduk karena pernyataan orang tersebut keluar dari mereka yang mempunyai jabatan atau kedudukan yang lebih tinggi dari kita. Atau dengan kata lain, pernyataan orang tersebut dianggap benar karena kita takut denga orang yang memberikan pernyataan tersebut.

Contoh:

“kampung kita paling indah! Kata pak RT sih gitu”

Nah, kalimat diatas itu logikanya salah karena landasan yang dia pakai adalah “kata Pak RT”. Seolah-olah, dengan menggunakan kedudukan orang yang lebih tinggi, kalimat tersebut menjadi benar.

Padahal, untuk menentukan kata “kampung paling indah” itu harus ada gambaran yang jelas, atau argumentasi yang jelas yang menggambarkan kebagusan kampung tersebut. Mungkin dengan melihat lingkungan yang bersih (kampung tersebut bersih tidak ada sampah yang berkeliaran dan bercecaran, baik dijalan, lingkungan rumah serta selokan-selokan) atau bisa dilihat dari cara kerja masyarakatnya. Jika didefinisikan, kata “bagus” adalah selalu bergotong royong dan bekerja sama.

Sumber:

https://bangapad.wordpress.com/2019/02/11/fallasi/

Fallasi 01

Assalamu’alaikum.wr.wb..

Baiklah pada kali ini saya akan menjelaskan tentang fallasi. Falasi berasal dari fallacia atau falaccy dalam bahasa Yunani dan Latin yang berarti ‘sesat pikir’. Falasi didefinisikan secara akademis sebagai kerancuan pikir yang diakibatkan oleh ketidakdisiplinan pelaku nalar dalam menyusun data dan konsep, secara sengaja maupun tidak sengaja. Ia juga bisa diterjemahkan dalam bahasa sederhana dengan ‘ngawur’.

Fallasi adalah bentuk-bentuk argumentasi yang keliru yang tampak seolah-olah valid. Fallasi adalah penyimpangan dari kaidah-kaidah yang mengatur semua jenis dialog atau percakapan antar manusia.

Fallasi telah dibahas sejak dulu. Misalnya, oleh Plato, Aristoteles, Locke, Mill, dan Schopenhauer.

Schopenhauer menyebut fallasi sebagai tipuan dialektis. Dia mengatakan, “Alangkah baiknya jika untuk setiap tipuan dialektis (sesat pikir) kita dapat memberikan sebuah nama khusus yang sangat kuat kesesuaiannya (antara sesat pikir dengan namanya) sehingga setiap kali ada orang yang melakukannya kita dapat langsung mem-bully-nya dengan menyebut nama tersebut.”

Fallasi mempunyai banyaka varian dari varian atau jenis-jenis fallasi dalam blog yang saya baca, yang di tulis oleh pak Fahdil, Fallasi ada 30, diantara ke 30 fallasi itu yang akan saya bahas, hanya beberapa jenis-jenis fallasi baik di blog ini atau blog selanjutnya.

Fallasi mempunyai banyak jenis dan banyak makna yang dapat diartikan, mempelajarinya tidak dengan satu penjelasan saja harus dengan jenisnya agar tidak keliru mana Fallasi dan mana hanya argument biasa, namun yang akan saya tulis kali ini jenis fallasi yang berkaitan dengan body shamming atau tidak mengacu pada argumennya akan tetapi mengacu pada si pelakunya. Seperti itu disebut Argumentum ad hominem.

Argumentum ad hominem atau bisa di sebut Ad hominem merupakan jenis sesat pikir yang terjadi ketika dua pihak beradu argument. Mengacu dari beberapa jenis argument, tetapi tidak semuanya salah. Biasanya istilah ini mengacu pada strategi retoris di mana pembicara menyerang karakter, motif, atau atribut dari orang yang membuat argument dari pada menyerang argumennya atau pembahasan yang sedang di bicarakan. Dan istilah ini juga menuju ke bentuk tubuh, keadaan hidup serta masih banyak lagi yang dapat menyebabkan body shamming.

Dalam menggunakan argumentasi ini, harus dapat bisa membedakan mana pelecehan murni atau body shamming dan mana kekeliruan.

Beberapa contoh argumentasi Ad hominem yang menyerang karakter hanya dianggap sebagai ke keliruan jika digunakan sebagai ganti argumen asli.

Pelecehan murni: “B” mengatakan tentang lawan “A”, “Kamu bodoh”. Dalam hal ini, tidak ada argumen, hanya penyalahgunaan. Sedangkan dalam kehidupan sehari-hari yaitu penyebutan nama atau panggilan yang menuju kepada perilaku, bentuk tubuh serta kedaannya. Salah satu contohnya seperti: “S” memanggil lawan atau temannya si “T”, dengan panggilan “Cungkring”. Dengan demikian terdapat pelecehan secara murni tanpa ada argumen, hanya penyalahgunaan nama.

Kekeliruan: “A” membuat argumen, “B” menjawab dengan “Kamu bodoh dan kamu juga jelek, kamu tidak mungkin benar”. “B” tidak memberikan argumen atau tanggapan yang tulus, hanya pelecehan – ini keliru. Dapat di klim bahwa si “B” tidak menyukai argument si “A”. maka si “B” menggunakan body shamming yang membuat kekeliruan antara argumen si “A” tersebut.

Sumber:

https://bangapad.wordpress.com/2019/02/11/fallasi/

Cerita singkat sepasang kekasih Samsudin & Sukma💞

Serang, Senin 16 April 2021. 💌

Dahulu kala ada seorang pria dan wanita sederhana namun iya telah di pertemukan pada hari Minggu 2-3 Mei 2021 dalam acara organisasi wanita tersebut ia mengagumi si pria, namun pria tersebut tidak tau bahwa wanita itu diem² memperhatikan terus, si wanita itu juga ia tidak tau bahwa pas dalam acara tersebut pria itu juga sama diem² memperhatikan wanita itu, ke esokan harinya pada hari Selasa 4 Mei 2021 wanita tersebut ngechat pria tersebut dengan beralasan minta di save nomornya.. padahal nomor wanita itu sudah di save sama pria itu pas pada waktu acara itu.. dengan berjalanya waktu akhirnya pria dan wanita tersebut chatingan dan tidak lama kemudian wanita tersebut mengungkapkan apa yang ia rasakan selama ia mengenal pria itu dengan berkata bahwa wanita tersebut mengagumi dan suka terhadap pria itu🥰 Ketika wanita itu mengungkapkan si pria itu senyum-senyum sendiri dan sempat kebingungan kenapa wanita tersebut suka sama dia🤔 tapi dalam hatinya pria itu juga suka terhadap wanita tersebut.. tidak lama kemudian pria itu bertanya kepada wanita tersebut? Kenapa kamu bisa suka sama saya? Padahal saya tidak melakukan apa-apa terhadap kamu?.. di jawablah oleh wanita itu? Tidak tau tiba-tiba perasaan muncul begitu saja.. lalu si pria tersebut bertanya apakah kamu tulus sama aku? Dijawab lah oleh wanita itu? Iya aku tulus, suka, sayang sama kamu,.. wanita itu tidak tau bahwa prinsip pria itu adalah mencari wanita yang tulus dan menerima dia apa adanya, Dari situlah pria tersebut sudah meyakinkan bahwa ini lah wanita yang selama ini dia cari, mencintai dia dengan tulus😌 dengan berjalanya waktu dan bergantinya hari pria dan wanita itu melanjutkan chatingnaya dengan mesrah sekali apalagi dengan penuh perhatian dan cinta mereka🥰 ke esokan harinya pria tersebut bilang pada wanita itu bahwa ingin serius dengan si wanita itu, salah satunya dengan cara pria itu ingin ngajak ketemu dan mengungkapkan perasaan yang ia rasakan selama ini.. dan akhirnya wanita itu mau diajak ketemu sama si pria tersebut, mereka berdua bersepakatan bertemu setelah hari raya idul Fitri, dangan berjalanya waktu akhirnya pria itu bertemu dengan wanita tersebut dengan sangat lantang sekali ingin kerumah wanita tersebut, dan ingin mengajak wanita itu ke rumah si pria … ketika sudah sampai rumah wanita, pria itu meminta izin kepada bapaknya wanita tersebut dengan penuh grogi karena pria itu baru pertama kali ke rumah cewe🤭 dan bpk si wanita itu tidak mengizinkan untuk anaknya bermain di kerumah pria itu, pria itu kaget dan sangat gelisah sekali setelah mendengar perkataan dari bpk wanita itu, kata bapaknya boleh di ajak main keluar dengan satu syarat jangan di bawa kerumah si pria dulu.. dengan perasaan pria itu yang penuh grogi akhirnya mengiyakan saja😂.. ketika pria berdua sudah keluar dari rumah wanita itu dia malahan melanggar perkataan dari bapaknya wanita, pria itu dengan nekat membawa wanita itu kerumahnya😅 ketika di perjalanan dengan hati yang sangat senang dan gembira wanita dan pria itu sangat romantis sekali ngobrol dan ketawa² bareng🥰 setelah sampai kerumahnya pria tersebut wanita itu malu mau masuk rumahnya setelah masuk ia bersalaman kepada ortunya si pria,.. ketika kita berdua sudah duduk di sofa, pria itu bingung mau ngomong apa😅 akhirnya pria itu mengungkapkan apa yang selama ini ia rasakan, dengan jantung yang penuh degdegan pria itu mengungkapkan isi hatinya kepada wanita tersebut, kata wanita tersebut dia tidak perlu tau menjawabnya pasti juga sudah tau jawabanya karena mereka berdua sudah saling mencintai🥰 tepat pada tanggal (16 Mei 2021) wanita dan pria itu sudah resmi pacaran/berhubungan🥰💞singkat cerita ketika ia sudah main ke rumah pria itu, akhirnya dia membawa pulang wanita tersebut kerumahnya.. ketika di perjalanan keromantisannya semakin menjadi-jadi mungkin karena mereka saling mencintai 😅🥰 katika sampai di rumahnya si wanita pria tersebut mampir dulu sebentar dan duduk di sofa dan si wanita sambilan menyuapi pria dengan makan jeruk..uuh Masya Allah sekali🥰
Inilah kisah cerita singkat cinta Samsudin & Sukma Sepasang kekasih yang saling mencinta dengan tulus😍❤️

Nong sukma Kaka janji akan selalu menyayangimu dan mencintaimu, sampai akhir hayatku❤️ dan Kaka juga akan berusaha menjaga nong semampu Kaka😌 Kaka berharap kita bisa hidup bersama-sama.. aku sangat menyayangimu nong, aku sangat mencintaimu nong🥰💞

I LOVE YOU 👉Sukma💝

Mohon maaf jika ada kesalahan dari kata-kata ataupun dalam segi tulisannya🙏😂

Samsudin & sukma

Catatan Pertemuan 05

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَا تُهُ

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَلْحَمْدُ للَّهِ رَبِّ الْعالَمِينَ ..

Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT.. Amiin

Alhamdulillah kita masih diberi kesehatan jasmani dan rohani, sehingga kita bisa mengikuti pertemuan MK Logika yang di sampikan oleh Pak Fadhil. Pada pertemuan kali ini pembahasan yang cukup menarik dan sangat luar biasa sekali dengan tema “Thinking Skills” tema ini berkaitan dengan salah satu tokoh yang terkenal yakni Edward De Bono.
1. Edward De Bono
Edward De Bono adalah salah satu pelopor Pelatih Otak. Pada tahun 19676 ia menemukan teknik berpikir Leteral yang terkenal di dunia. Dia adalah pendukung pengajaran langsung tentang berpikir sebagai keterampilan. Dia menulis 70 buku, di antaranya New Think, Mechanism of Mind, Six Thinking Hats, dan Lateral Thinking. Selain itu De Bono juga terkemuka dalam bidang berpikir kreatif, inovasi, dan pengajaran berpikir sebagai keterampilan. De Bono dinonimasikan sebagai penerima Hadiah Nobel dalam bidang ekonomi pada 2005. Karya fenomenalnya adalah Six Thinking Hats dan Lateral Thinking. Karya nya dikenal sederhana dan praktis sehingga dapat dimengerti dan digunakan oleh anak 4 tahun maupun senior.
2. Lateral Thinking dan Six Thinking Hats
Pembahasan pada pertemuan lalu ialah tentang bukunya (Edward De Bono) yang diantaranya, Lateral Thinking dan Six Thinking Hats.
a. Lateral Thinking (Berpikir Lateral) ada beberapa pengertian yang dikutip di antarnya;
• Berpikir lateral adalah proses dan kemaun untuk melihat sesuatu dengan cara yang berbeda.
• Berpikir leteral berusaha memecahkan masalah dengan menggunakan metode unik.
• Berpikir leteral adalah alat yang cepat dan efektif yang digunakan untuk membantu individu, tim, dan perusahaan menyelesaikan masalah-masalah dan menciptakan produk, proses, dan layanan baru.
b. Beberapa manfaat yang ada dalam berpikir leteral diantaranya;
• Hancurkan mitos seputar pemikiran kreatif, (Anda bisa melakukannya, dan melakukannya dengan baik).
• Fokus yang tajam pada pemikiran kreatif anda dan pemikiran orang lain.
• Kembangkan daftar target anda sendiri.
• Temukan dan kembangkan konsep di balik satu ide untuk menciptakan lebih banyak ide.
• Maksimalnya ide yang anda tangkap dari pemikiran praktis.
• Jadilah kreatif sesuai permintaan.
c. Selain Lateral Thinking, kita juga membahas Six Thinking Hits (6 Topi Berpikir). 6 topi berpikir merupakan cara berpikir seseorang yang di susun dalam topi-topi berwarna, diantaranya;
• Topi Putih (kertas) adalah pemikiran yang mencatat data dan informasi yang sudah dimiliki dan perlu dicari.
• Topi Kuning (Sinar Matahari) cerah dan optimis yaitu memandang positif terhadap sesuatu dan mencari untung atau manfaat darinya.
• Topi Hitam (Hakim) resiko, kesulitan, dan problem yaitu kehati-hatian digunkan untuk membuat keputusan kritis dan manajemen krisis. Topi ini selalu memikirkan resiko apa yang akan dihadapi ketika kita mengambil keputusan.
• Topi Merah (Api) perasaan, intusi dan emosi yaitu mengungkapkan perasaan seperti takut, suka, tidak suka, cinta dan benci.
• Hijau (Tumbuhan) pemikiran kreatif, alternatif, ide baru yaitu mengungkapkan ide dan presepsi baru.
• Biru (Langit) pengontrol tentang berpikir atau yang menjalankan topi-topi sebelumnya, berpikir tentang berpikir, kesimpulan dan keputusan.
Demikian lah catatan yang saya rangkum pada MK pertemuan 05 kurang dan lebihnya saya mohon maaf..


وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ…

Catatan Pertemuan 02

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh..
Alhamdulillahirobbil alamin.. semoga kita di berikan kesehatan baik kesehatan jasmani maupun rohani, baiklah pada kesempatan kali ini saya akan mengetik di blog saya ini dalam pertemuan ke 02 yaitu catatan yang saya rangkum di mata kuliah Ilmu Logika yang telah di jelaskan oleh dosen saya yang bernama pak Ahmad Fadhil, semoga beliau selalu dalam lindungan Allah SWT. Adapun materi yang telah di sampaikan oleh beliau…
1. Devinisi Ilmu Logika
Logika berasal dari Bahasa Yunani yang berhubungan dengan kata “logis” yang artinya pikiran atau perkataan dari pikiran dan kata-kata. Sedangkan dalam Bahasa Arab Ilmu Logika yaitu ilmu mantik yang artinya berkata benar atau ucapan dan bisa disebut juga ilmu bahasa.
Sedangkan secara istilah Ilmu Logika adalah ilmu tentang aturan berpikir yang penerapannya mampu menjaga pikiran dari kekeliruan.
Sedangkan menurut Nuril Huda mengatakan bahwa logika adalah ilmu yang mempelajari kaidah-kaidah dan hukum-hukum berpikir sebagai pegangan untuk berpikir tepat dan praktis dalam mencapai kesimpulan yang valid dan pemecah persoalan yang bijaksana. (Muhammad Nur Ibrahim, Ilmu Mantik )
Ilmu logika atau ilmu juga bisa disampaikan melalui Verbal (secara lisan) dan Non Verbal (secara tulisan). Nahu disebur atau di artikan dengan tata bahasa dan balaggah diartikan belajar berbicara dengan indah.
2. Obyek Ilmu Logika
Obyek ilmu logika adalah apa yang ada dalam pikiran kita, dalam pikiran kita terdapat dua unsur yaitu konsep (kata-kata) dan penilaian (kalimat). Proposisi adalah inferensi yang disebut penyimpulan langsung dan silogisme yang disebut penyimpulan tidak langsung.
3. Manfaat logika
Logika berasal dari kata yunani (logos) yang berarti hasil pertimbangan akal pikiran yang di utarakan lewat kata yang dinyatakan dalam bahasa logika adalah salahsatu cabang filsafat..manfaat logika diambil dari buku yang di tulis dari Ahmad Halim Permana:
 Membudayakan keterampilan pola pikir yang benar.
 ilmu logika adalah kunci pembuka ilmu.
 ilmu logika berkaitan erat dengan ilmu etika
 Kelemahan ilmu logika yang sering dituduhkan
 Kekhawatiran pada ilmu logika tanpa alasan yang benar
4. Hukum Ilmu Logika
Hukum ilmu logika atau ilmu mantik masih diperselisihkan oleh para ulama, setidaknya ada tiga pendapat diantaranya;
a. melarang (mengharamkan) pendapat ini di wakili oleh Imam Nawawi dan Ibnu Sholah.
b. (memperbolehkan) pendapat ini disampaikan oleh jumhur. Salah satunya al-Imam Ghazali, ulama yang dikenal sufi ini menjelaskan bahwa ilmu mantiq sangat penting, bahkan beliau mengatakan “barang siapa yang tidak mempelajari ilmu mantiq, maka keilmuannya tidak dapat dipertanggung jawabkan atau tidak akan di percaya”.
c. tafsil, bagi yang mempunyai kecerdasan dan ia juga mengerti Al-Qur’an dan Sunnah hukumnya boleh, sedangkan bagi orang yang tidak memenuhi persyaratan diatas, hukumnya tidak boleh.
Mungkin ini yang bisa saya simpulakan dari pertemuan kedua mata kuliah ilmu logika, apabila ada kesalahan ataupun kekurangan saya minta maaf..
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…
https://mahadaly-nuruljadid.com/2020/04/12/hukum-mempelajari-ilmu-mantiq/ )

Catatan Pertemuan 01

Bismillahirrahmanirrahim…
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh..
Alhamdulilahiladi arsala Rosulabilhuda wadinnilhaq liyudirrohu wadninikulli wakafabillahi syahida.. Ammaba’du..
Segala puji bagi Allah SWT. Tuhan semesta alam yang senantiasa pengetahuannya meliputi kita para hambanya, yang telah mengajarkan manusia dengan perantara qolam, yang tidak akan pernah habis ilmunya jika kita tulis dengan tinta walaupun seluas samudera di jagad raya ini, yang telah mengkaruniai kita berlimpahruah nikmat terutam nkmat iman, islam dan ilmu pengetahuan.
Pada kesempatan kali ini kita masih di berikan kesehatan baik jasmani maupun rohani sehingga saya masih di pertemukan lagi dengan Dosen Pak Ahmad Fadhil, Lc.,M.Hum. yang dulu beliau mengajar MK Filsafat tapi pada semester sekarang beliau mengajar MK Ilmu Logika. Baiklah pada penulisan Blog saya kali ini karena ini adalah catatan pertama mandiri saya maka dari itu kita di hari pembelajaran pertama membahas tentang Kontrak Kuliah atau membahas tentang apa yang harus kita lakukan untuk mencapai tujuan kita semua.
Dalam kontrak kuliah tersebut seperti yang di jelaskan oleh pak Fadhil ada beberapa poin yang harus kita capai bersama di antaranya:
1. Catatan
2. Membuat Esai
3. Kuis/Uts
4. Uas
Catatan adalah rangkuman yang di ambil dalam enam kali satu semester, setiap pertemuan harus mempunyai catatan masing, dalam cacatan minimal 150 kata. Esai adalah tulisan atau catatan yang berisi 3 esai, berisi tentang tiga fallasi. Kuis adalah pengganti UTS yang diadakan sesuai kesepakatan. UAS yang akan di gantikan dengan Talkshow.
Mungkin itu saja pembahasan tentang kontrak kuliah di MK Ilmu Logika, kurang dan lebihnya saya mohon maaf..
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Catatan Belajar 03 Filsafat Islam

Assalamu’alaikum.Wr.Wb.

Nama : Samsudin

Nim :191520128

Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT.

Baik saya akan meneruskan catatan belajar mandiri saya, yang kali ini saya akan membahas Aliran Rasionalisme.

Dalam pembahasan tentang suatu teori pengetahuan, maka Rasionalisme menempati sebuah tempat yang sangat penting. Paham ini dikaitkan dengan kaum rasionalis abad ke-17 dan ke-18, tokoh-tokohnya ialah Rene Descartes, Spinoza, leibzniz, dan Wolff, meskipun pada hakikatnya akar pemikiran mereka dapat ditemukan pada pemikiran para filsuf klasik misalnya Plato, Aristoteles, dan lainnya.

Paham ini beranggapan, ada prinsip-prinsip dasar dunia tertentu, yang diakui benar oleh rasio manusi. Dari prinsip-prinsip ini diperoleh pengetahuan deduksi yang ketat tentang dunia. Prinsip-prinsip pertama ini bersumber dalam budi manusia dan tidak dijabarkan dari pengalaman, bahkan pengalaman empiris bergantung pada prinsip-prinsip ini.



LIHAT KE HALAMAN ASLI
Aidillah Suja

Seorang yang suka membaca dan ingin mengekspresikan hasil bacaan ke dalam sebuah tulisan. Saat ini menjadi mahasiswa Program Pasca Sarjana Konsentrasi Pendidikan Bahasa Arab di UIN SUSKA Riau.

FOLLOW
Filsafat Ilmu Aliran Rasionalisme dan Empirisme

9 Desember 2012 03:31 |Diperbarui: 24 Juni 2015 19:58
RASIONALISME

Dalam pembahasan tentang suatu teori pengetahuan, maka Rasionalisme menempati sebuah tempat yang sangat penting. Paham ini dikaitkan dengan kaum rasionalis abad ke-17 dan ke-18, tokoh-tokohnya ialah Rene Descartes, Spinoza, leibzniz, dan Wolff, meskipun pada hakikatnya akar pemikiran mereka dapat ditemukan pada pemikiran para filsuf klasik misalnya Plato, Aristoteles, dan lainnya.

Paham ini beranggapan, ada prinsip-prinsip dasar dunia tertentu, yang diakui benar oleh rasio manusi. Dari prinsip-prinsip ini diperoleh pengetahuan deduksi yang ketat tentang dunia. Prinsip-prinsip pertama ini bersumber dalam budi manusia dan tidak dijabarkan dari pengalaman, bahkan pengalaman empiris bergantung pada prinsip-prinsip ini.

Prinsip-prinsip tadi oleh Descartes kemudian dikenal dengan istilah substansi, yang tak lain adalah ide bawaan yang sudah ada dalam jiwa sebagai kebenaran yang tidak bisa diragukan lagi. Ada tiga ide bawaan yang diajarkan Descartes, yaitu:

1. Pemikiran; saya memahami diri saya makhluk yang berpikir, maka harus diterima juga bahwa pemikiran merupakan hakikat saya.

2. Tuhan merupakan wujud yang sama sekali sempurna; karena saya mempunyai ide “sempurna”, mesti ada sesuatu penyebab sempurna untuk ide itu, karena suatu akibat tidak bisa melebihi penyebabnya.

3. Keluasaan; saya mengerti materi sebagai keluasaan atau ekstensi, sebagaimana hal itu dilukiskan dan dipelajari oleh ahli-ahli ilmu ukur.

Sementara itu menurut logika Leibniz yang dimulai dari suatu prinsip rasional, yaitu dasar pikiran yang jika diterapkan dengan tepat akan cukup menentukan struktur realitas yang mendasar. Leibniz mengajarkan bahwa ilmu alam adalah perwujudan dunia yang matematis. Dunia yang nyata ini hanya dapat dikenal melaui penerapan dasar-dasar pemikiran. Tanpa itu manusia tidak dapat melakukan penyelidikan ilmiah. Teori ini berkaitan dengan dasar pemikiran epistimologis Leibniz, yaitu kebenaran pasti/kebenaran logis dan kebenaran fakta/kebenaran pengalaman. Atas dasar inilah yang kemudian Leibniz membedakan dua jenis pengetahuan. Pertama; pengetahuan yang menaruh perhatian pada kebenaran abadi, yaitu kebenaran logis. Kedua; pengetahuan yang didasari oleh observasi atau pengamatan, hasilnya disebut dengan “kebenaran fakta”.

Paham Rasionalisme ini beranggapan bahwa sumber pengetahuan manusia adalah rasio. Jadi dalam proses perkembangan ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh manusia harus dimulai dari rasio. Tanpa rasio maka mustahil manusia itu dapat memperolah ilmu pengetahuan. Rasio itu adalah berpikir. Maka berpikir inilah yang kemudian membentuk pengetahuan. Dan manusia yang berpikirlah yang akan memperoleh pengetahuan. Semakin banyak manusia itu berpikir maka semakin banyak pula pengetahuan yang didapat. Berdasarkan pengetahuan lah manusia berbuat dan menentukan tindakannya. Sehingga nantinya ada perbedaan prilaku, perbuatan, dan tindakan manusia sesuai dengan perbedaan pengetahuan yang didapat tadi.

Namun demikian, rasio juga tidak bisa berdiri sendiri. Ia juga butuh dunia nyata. Sehingga proses pemerolehan pengetahuan ini ialah rasio yang bersentuhan dengan dunia nyata di dalam berbagai pengalaman empirisnya. Maka dengan demikian, seperti yang telah disinggung sebelumnya kualitas pengetahuan manusia ditentukan seberapa banyak rasionya bekerja. Semakin sering rasio bekerja dan bersentuhan dengan realitas sekitar maka semakin dekat pula manusia itu kepada kesempunaan.

Bilamana ada kurang dari segi penjelasanya saya kasih link.. https://www.kompasiana.com/aidilazmy/filsafat-ilmu-aliran-rasionalisme-dan-empirisme_551aaf2aa33311ec21b65923

Resensi Al-Ghazali Kimia Kebahagiaan

Nama: Samsudin

Nim :191520128

Serang 28 Oktober 2020

Assalamu’alaikum.Wr.Wb.

Saya di tugaskan oleh Dosen saya Mata Kuliah Filsafat Islam Resensi Video Al-Ghazali..

Dalam film yang saya tonton tentang Al-Ghazali, kimia kebahagian.
Menceritakan bahwa seoarang tokoh besar muslim yang dikenal dengan nama Al-Ghazali membawa pengaruh dalam pemikirannya atau tasawuf. Al-Ghazali lahir di Thus dimana banyaknya ulama yang lahir di daerah tersebut. Khurasa merupakan kota yang menjadikan sebagai jantung intelektualis dan juga inspiritual islam dimana di kota tersebut terdiri sebuah bangunan sebagai universitas yang di dalamnya terdapat beberapa bidang ajaran terutama bidang fikih dan munculnya ajaran ajaran tasawuf.

Yang menarik menurut saya, Al-Ghazali Baginya ilmu adalah segalanya, dengan ilmu manusia dapat mengubah kehidupannya agar bisa menjadi lebih bermanfaat. Kimia kebahagiaan adalah sebuah pemikiran Al-Ghazali tentang makna hidup. Hal yang paling penting dalam film film tersebut ini adalah perjalanan spiritual seorang Al-Ghazali untuk mengenal Allah SWT.

Dalam pesan film yang saya tonton yakni manusia harus dapat mendamaikan iman dan nalar agar tidak mengamalkan agama secara buta di dunia ini. Ada banyak hal yang menyalahartikan agama dengan argumen-argumennya, membuat fungsi agama menjadi memuakkan dan hal keduniawian yang sifatnnya fana menjadi begitu menggiurkan. Oleh karenanya, kita perlu pengetahuan yang lebih dalam tentang ke agamaan.

Inspirasi dari film tersebut kita sebagai manusia pasti bisa memilih jalan yg benar, dan juga untuk meyakini bahwasanya tuhan itu ada karena dari keyakinan kita sendiri, Maka dari situ kita perlu belajar banyak untuk memperdalam agama kita.

Mungkin itu saja resensi saya mengenai film Al-Ghazali..

Wassalamu’alaikum..

Catatan Belajar Mandiri 02

السًلام عليكم ورحمةاللًه وبركاته..

Serang 29 Oktober 2020

Nama : Samsudin

Nim :191520128

Sebelumnya saya minta maaf nih baru bikin catatan bejar sekarang karena kondisi saya sekarang lagi di Malimping terus di tambah gak ada paket kuota, sinyal pun susah, saya baru inget bahwa hari ini tanggal 29 ada pengumpulan tugas filsafat..

Nah jadi langsung saja saya akan mengerjakan catatan belajar mandiri saya dengan Sub Tema : Cabang-cabang Filsafat

1. Logika adalah cabang filsafat yang menyelidiki lurus tidaknya suatu pemikiran kita. Logika membicarakan teknik-teknik untuk memperoleh kesimpulan dari suatu pemikiran tertentu. Logika adalah bidang pengetahuan yang mempelajari asas, aturan dan tatacara penalaran yang benar.

2. Epistemologi adalah bagian filsafat yang menerangkan tentang terjadinya pengetahuan, sumber pengetahuan, asal mula pengetahuan, batas-batas, sifat, metode dan kesahihan pengetahuan.

3. Etika adalah cabang filsafat yang membicarakan tingkah laku atau perbuatan manusia dalam konteks baik dan buruk. Etika juga sering disebut filsafat moral, karena ia menyelidiki semua norma moral. Objeknya adalah tingkah laku atau perbuatan manusia terkait dengan anggapan baik dan buruknya.

4. Estetika merupakan cabang filsafat yang membicarakan tentang keindahan. Estetika membahas hal yang berkaitan dengan pemikiran kritis terhadap nilai-nilai atau hal-hal tertentu yang disebut indah atau tidak indah.

Estetika menyelidiki apa saja yang disebut indah, prinsip-prinsip yang mendasari seni dan keindahan, penilaian terhadap seni atau perenungan terhadap seni atau keindahan.

5. Metafisika adalah cabang filsafat yang mempelajari hakikat realitas terdalam dari dari segala sesuatu baik yang bersifat fisik maupun non fisik.

Baiklah mungkin itu saja catatan belajar ke 02 dari saya, nanti ada juga catatan buat selanjutnya🙏😀

وسّلام عليكم ورحمةاللًه وبركاته..

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai