Hubungan kelurga

1. Aku dan Keluargaku Saling Bekerja Sama

2. Aku dan Kelurgaku selalu Hidup dalam Persaudaraan

3. Aku dan Keluargaku selalu Menjalin Relasi-Komunikasi dengan Baik

4. Aku dan keluargaku selalu hidup harmonis

5. Selalu menjaga kerukunan dengan sesama anggota keluarga.

6. Aku Giat belajar agar dapat membanggakan keluarga.

7. Aku Membantu berbagai kegiatan dalam keluarga.

8. Menolong anggota keluarga yang mengalami kesusahan

9. Saling menghargai dan menghormati sesama anggota keluarga.

10. Menyelesaikan masalah di dalam keluarga dengan cara musyawarah.

11. Bersikap adil dalam pembagian hak dan kewajiban setiap anggota keluarga.

Catatan pertemuan ke-10

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…

Alhamdulillah pada semoga kita semua di berikan kesehatan dan juga kita selalu dalam lindungan Allah SWT. Baiklah pada blog saya yang ke 10 kali ini saya akan menjelaskan tentang (LIMA UNIVERSAL ATAU KULLIYYAT KHAMSAH).

Lima universal atau kulliyyat khamsah merupakan term-term universal yang maknanya umum dan mencakup hakikat-hakikat yang partikular eksternal. Universal hanya ada di dalam pikiran. Lima universal yaitu genus,
spesies, differensi, proper accident, common accident.

Term universal terbagi menjadi 2 yaitu :

1. Term Universal Eksistensial

Term universal eksistensial merupakan universal yang dianggap sebagai hakikat yang mandiri atau bagian dari suatu hakikat. Term universal eksistensial terbagi menjadi tiga bagian yaitu :

a. Spesies merupakan universal yang berlaku pada partikularitas -partikularitas  yang memiliki hakikat yang sama. Contoh: “manusia”. Manusia adalah term universal yang menggambarkan satu 
hakikat secara utuh.“Manusia” menjelaskan hakikat secara utuh karena ia menjelaskan eksistensi dan esensi semua individunya secara utuh. Tidak ada apa pun didalam eksistensi atau esensi individu-individu manusia yang tidak tercakup di dalam konsep “manusia”.

b. Genus merupakan term universal yang berlaku pada spesies yang berbeda-beda. Contoh, “binatang”. Term ini berlaku bagi manusia, burung, ikan, dan lain-lain. Konsep ini menjelaskan salah satu bagian saja dari eksistensi
individunya. Apa individu dari binatang? Ucok, Ujang, kuda A, kuda B, dst.
Semua individu tersebut tersusun dari dua unsur. Pertama, unsur
kebinatangan. Kedua, unsur lain.
Pada Ucok dan Ujang yang merupakan individu dari manusia, unsur lainnya
adalah yang berpikir. Pada kuda A dan kuda B yang merupakan individu-
individu dari kuda, selain unsur kebinatangan, unsur lainnya adalah yang meringkik.

c. Diferensi merupakan universal yang membedakan suatu spesies dari spesies-spesies lain yang bersama dengannya dalam satu genus. Contoh: “yang berpikir” yang membedakan spesies “manusia” dari spesies singa, burung, gajah, ikan, yang bersama dengannya dalam genus “binatang”.

2. Term Universal Aksidental

Term uiversal aksidental Yaitu universal yang merupakan deskripsi atau sifat bagi suatu hakikat. Term universal aksidental terbagi menjadi dua bagian yaitu :

a. Proper accident merupakan universal yang menjadi sifat bagi satu spesies.
Contoh: “dapat tertawa” khusus bagi manusia saja.

b. Common accident merupakan universal yang umum sebagai deskripsi bagi spesies-spesies yang berbeda.
Contoh: “yang berjalan”, umum bagi manusia, kuda, singa, maupun gajah.

Mungkin itu saja yang bisa dapat saya jelaskan tentang pertemuan ke 10 kurang lebihnya mohon maaf..

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…

Catatan pertemuan ke-08

Nama: Samsudin
Nim :191520128

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Alhamdulillah hirobbil alamin pada kesempatan ini kita masih diberikan kesehatan sehingga kita masih bisa melaksanakan aktivitas kita sehari-hari oke langsung saja pada pertemuan ke 9 ini saya akan membahas tentang (Tradisi logika dalam membangun peradaban filsafat barat, sains dan teknologi).

Menurut kiyai Cepu, benda itu ada dua jenis yaitu benda hidup dan mati. Ternyata benda hidup terbagi lagi menjadi dua yaitu tumbuhan dan hewan. Hewan terbagi lagi menjadi dua, menurut Ibnu Sina hewan itu ada yang berfi dikir dan hewan tidak berfikir. Hewan berfikir disebut dengan manusia, sedangkan hewan yang tidak berfikir disebut dengan binatang. Jadi dapat di simpulkan menurut kiyai Cepu, Siapa kah manusia itu? Manusia adalah binatang yang berfikir.

Tiga hal yang harus kamu ketahui tentang manusia dan teknologi

Bahwasanya logika menciptakan iklim berpikir benar, sikap cerdas, teliti, dan mandiri di tengah-tengah masyarakat. Iklim ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan filsafat, lalu memacu perkembangan sains dan teknologi. Hal yang harus diketahui tentang manusia dan teknologi ada tiga yaitu : manusia adalah binatang yang logis, semua manusia adalah filsuf, pentingnya semangat menambah pengetahuan.

1. Manusia Adalah Binatang Yang Logis

Dikatakan bahwasanya dalam istilah manthiq “al-insan jiwa hayawan nathiq”. Merupakan sebutan bagi ilmu logika dikalangan pesantren. Maksudnya, manusia kerap didefinisikan sebagai binatang yang logis atau binatang yang berpikir. Dari kata “nathaqa yanthiqu” yang menjadi akar untuk membentuk kata “manthiq” itu juga berarti berbicara. Hal Inilah yang menunjukkan hubungan yang erat antara berpikir dengan berbicara. Hubungannya sebagai berikut. Perbicaraan adalah pemikiran yang terlihat, sedangkan pikiran adalah pembicaraan yang tersembunyi. Jika kita ingin pembicaraan kita tersembunyi dari orang lain, maka jadikanlah ia pikiran. Sedangkan jika kita ingin pikiran kita terlihat oleh orang lain, maka jadikanlah ia pembicaraan

Definisi “manusia adalah binatang yang berpikir” itu dapat diterima jika kita memahaminya secara utuh dan tidak berhenti pada frasa “manusia itu binatang.” Sebab, di antara makhluk Allah, jelas bahwa manusia adalah benda. Artinya, manusia memiliki jisim, jasad, atau tubuh, bukan seperti malaikat, jin, dan setan yang bukan benda dan tidak kasat mata.

2. Semua Manusia Adalah Filsuf

Filsafat dalam pengertian yang umum bukanlah sesuatu yang jauh atau asing dari hidup kita. Dia sangat dekat. Sebab, dia memicu dan melontarkan pertanyaan-pertanyaan tentang lubuk kehidupan. Pengertian filsafat secara terminologis berbeda dari zaman ke zaman dan aliran ke aliran. Socrates membatasi pengertian filsafat pada kajian tentang kehidupan yang etis. Dia berpandangan bahwa hidup yang tidak dicermati dengan sempurna bukanlah hidup yang layak dijalani. Pandangannya diikuti oleh Cicero yang berpendapat bahwa filsafat adalah pengatur kehidupan manusia dengan memperkenalkannya kaidah perilaku dan makna-makna seperti hak, kewajiban, kebaikan, keburukan, kebajikan, kejahatan, sifat terpuji, sifat tercela, dll.

Pada awal abad 20, orientasi praktis nampak jelas pada William James, tokoh aliran Pragmatisme, yang mengutarakan bahwa filsafat adalah usaha manusia berpikir untuk mewujudkan manfaat praktis yang diinginkannya, atau bukanlah kajian tentang problem teoritis dan wacana spekulatif. Ini senada dengan lontaran Karl Marx bahwa para filsuf telah berusaha menjelaskan alam dengan berbagai cara, tapi tugas filsuf yang sesungguhnya adalah mengubah alam, mengganti rezim yang ada, dan membebaskan manusia dari kesewenang-wenangan dan mitos-mitos.

Selain Pragmatisme dan Marxisme, ada aliran-aliran lain seperti Filsafat Analitik, Positivisme-Logis, dan Eksistensialisme yang juga melontarkan pengertian filsafat yang berbeda satu dengan lainnya.

3. Pentingnya Semangat Menambah Pengetahuan

Patokan pengetahuan yang paling perlu dipahami berkaitan dengan tiga hal, yaitu alat dan sumber pengetahuan, dan hubungan keduanya.

Ilmu dalam pengertian yang luas sebanding dengan pengetahuan. Dalam pengertian yang sempit, ilmu sinonim dengan sains, yaitu bentuk pengetahuan yang sistematis dan bertujuan menyingkap rahasia fenomena-fenomena alamiah/sosial dengan cara mengungkap prinsip-prinsip yang mengatur proses terjadinya fenomena tersebut, lalu mengendalikannya untuk kepentingan manusia. Dalam pengertian inilah Bacon mengatakan bahwa pengetahuan adalah kekuatan. Maksudnya, jika kita mengetahui prinsip yang mengatur suatu fenomena, maka kita dapat menggunakan pengetahuan itu untuk mengembangkan kehidupan manusia.

Pengetahuan manusia terus bertambah. Namun, sebanyak apapun pengetahuan manusia, pengetahuan mereka tetap sangat sedikit. Mereka harus terus meminta tambahan ilmu kepada Tuhan Yang Maha Tahu. Manusia juga harus menggunakan akal pikirannya untuk mengenal Sang MahaTahu ini, lalu mendekatkan diri kepada-Nya dan hidup sesuai ajaran-Nya. Kalau tidak, betapapun majunya sains dan teknologi yang dimiliki oleh seseorang atau suatu bangsa, maka mereka tetap dapat disebut sama saja bahkan lebih kejam daripada binatang.

https://santrishabran.net/tiga-hal-yang-harus-kamu-ketahui-tentang-manusia-dan-teknologi/

Mungkin itu saja yang bisa dapat saya sampaikan kurang dan lebihnya mohon maaf…

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…

Catatan pertemuan ke-09

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesehatan hingga saat ini atas kehendaknya lah kita masih di berikan umur yang panjak sehingga kita masih bisa melaksanakan aktivitas kita sehari-hari dan kita juga masih bisa mengikuti pelajar kuliah meskipun masih tetap virtual karena memang masih belum hilangnya Covid-19 mudah-mudahan kita semua terhindar dari wabah tersebut..

Oke baiklah dalam kali ini saya akan sedikit menjelaskan hasil dari pertemuan yang ke 09 yaitu UTS yang mana pada UTS tersebut telah dilakukan secara virtual/online melalu g-meet. Dan UTS tersebut yaitu semua masing-masing mahasiswa menjelaskan tentang materi yang telah di sampaikan oleh dosen saya pak Ahmad Fadhil dari dari beberapa pertemuan sebelumnya.. dalam pertemuan yang ke 09 semua mahasiswa menjelaskan materinya yaitu secara lisan melalui g-meet dan kata pak fadhil harus on cam dan masing-masing mahasiswa dipanggil satu-satu sesuai urutan absen, dari masing-masing mahasiswa termasuk saya juga menjelaskan materi tersebut tidak boleh keluar dari materi ilmu logika.. Dan saya sendiri menjelaskan materi tentang Fallasi/sesat fikir, dan ada dari temen-temen juga yang menjelaskan Dari pertemuan 1-8, yah meskipun UTS nya secara virtual akan tetapi tidak mengurangi rasa semangat saya untuk mengikuti mata kuliah logika dan pelajaran mata kuliah lainya..

Mungkin ini saja penjelasan dari pertemuan yang ke 09 saya mohon maaf jika ada kesalahan baik dari tulisan atau kata-kata nya🙏

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Catatan pertemuan ke-03

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…


Alhamdullillah kita semua masih di berikan kesehatan sehingga kita masih tetap belajar meskipun via daring atau online kali ini saya akan menulis apa yang saya pelajari pada 23-maret-2021, ketika itu pembahasan berlangsung secara mandiri dan individu, pembahasan pertemuan ke-3 ini membahas tentang “Sejarah Ilmu Logika dan Hubungannya Dengan Ilmu Lain.

A. Logika Dengan Ilmu Lain
Sesuai dengan pembahasannya pada kali ini mungkin dibatasi atau hanya membahas Logika dengan Bahasa, Psikologi, dan Matematika. Sebenarnya bukan hanya ini saja yang berkaitan dengan logika, tapi ilmu ini memiliki kaitan klasik dengan logika dan merupakan urgensi mengetahui hal ini dikarenakan ramainya perdebatan para akademisi dalam masalah ini.

• Logika dan Bahasa
Bahasa adalah alat untuk mengungkapkan ide-ide dan perasaan-perasaan manusia kepada orang-orang lain sehingga terjadi komunikasi di antara mereka dan kehidupan sosial manusia dapat berjalan. Struktur bahasa sebagaimana sudah tersusun dalam kaidah-kaidah yang disebut nahwu, grammer, ilmu tata bahasa cermat dan jelas. Abu Hayyan mengutip dari gurunya Abu Sulayman al-Sijistani, merangkum tentang pembahasan antara logika dan bahasa dengan mengatakan, “Nahwu adalah logika bahasa Arab, sedangkan tatabahasa adalah tata bahasa rasional.” Ilmu tata bahasa Arab adalah logika bangsa Arab saja, sedangkan logika adalah tata bahasa yang memuat kaidah-kaidah umum bagi akal manusia apapun bahasa yang dia pakai untuk berpikir.

• Logika dan psikologi
Aktivitas logika dengan aktivitas kejiwaan saling berkaitan dalam menemukan hubungan yang jelas antara logika dengan psikologi. Namun kedua ilmu ini benar-benar berbeda, jika psikologi berupaya mendeskripsikan realitas-realitas yang berkaitan dengan bentuk tertentu dari aktivitas mental, memnetapkan hukum yang menafsirkannya tanpa memeperhatikan masalah validitas dan invaliditas proposisi serta kesahihan logis dalam argumentasi. Sedangkan logika tertuju pada pemikiran dari segi koherensinya, validitas formalnya, dan kesesuaiannya dengan standar-standar benar salah.

• Logika dan matematika
Pada abad ke-19, matematika berkembang pesat berkembang kearah logika bercorak matematis dan matematika bercorak logis, sehingga pembicaraan tentang logika tanpa matematika sesprti pembicaraan matematika tanpa logika, yaitu tidak sempurna dan tidak memuaskan. Russell mengatakan bahwa logika dan matematika, keduanya adalah satu, dan perbedaan keduanya bisa diibaratkan antara remaja dengan orang dewasa. Logika adalah remajanya matematika dan matematika adalah orang dewasanya logika.

Mohon maaf Apabila ada kesalahan dari segi ketikan dan kata-kata saya..

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh

Catatan pertemuan ke-04

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Pada kesempatan kali ini saya akan menulis tentang catatan MK Ilmu Logika pada pertemuan ke-4 yang di terangkan langsung oleh Pak Fadhil, dengan menggunakan G-Meet dan Streaming FB. Tema yang di bahas yaitu “Fallasi/Sesat Fikir”.

Sesat fikir/keliru dalam berfikir merupakan bentuk bentuk argumentasi berpikir yg keliru, yang seolah olah benar. Fallasi adalah penyimpangan dari kaidah kaidah yang mengatur semua jenis dialog atau percakapan manusia, maksudnya dalam berdialog atau bercakap cakap dengan orang lain menggunakan logika yang seharusnya kita menggunakan mematuhi kaidah yang ada. Ketika kita tidak mematuhi kaidah tersebut maka maka kita sudah jatuh kedalam fallasi/sesat fikir.
Kita bias jadi orang yang terjatuh kedalam fallasi/orang yang keliru dalam berfikir, kita juga bias jadi orang yang mendengar orang yang berfikir keliru tersebut/menggunkan fallasi dengan tujuan untuk membuktikan bahwa pendapatnya dalam berfikir tersebut dia lah yang paling benar, dengan cara menipu lawan bicaranya.


Logika yang membahas aturan yang benar disebut (al-manthiq al-shuri/ formal logic atau logika formal, maka yang membahas fallasi ini disebut informal logic/logika yang tidak formal atau (al-manthiq ghayr al-shuri)


Informal logic adalah penggunaan logika untuk mengenali, menganalisa, dan menilai argumentasi yang digunakan di dalam percakapan atau dialog sehari-hari seperti di dalam obrolan biasa, iklan, debat politik, maupun peersidangan di pengadilan, baik kita temukan di koran, radio, televisi, internet, maupun media yang lainnya.

Bentuk besar Fallasi atau sesat fikir terbagi menjadi 2 yakni Pelanggaran 1. Kaidah Logika yang akan membahas proposisi atau kalimat yang kategorik dan hipotetik, hipotetik yang ada jika dan maka. Kalimat yang ada jika disebut anteseden dan sedangkan kalimat setelah maka disebut konsekuen. Dan 2. Bukan Pelanggaran Kaidah Logika mengatasi unsur-unsur diluar masalah logika.

Mungkin itu saja pada catatan pertemuan ke-4 Kurang lebihnya mohon di maaf

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh

Catatan pertemuan ke-07

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…

Selamat malam di malam apapun yang sangat berbahagia khususnya malam Minggu, kali ini saya akan berbagi cerita tentang apa yang saya pelajari di minggu ini. Sebelum ke pembahasan, sedikit bercerita tentang MK Logika ini. Saya merasa senang di minggu ini akhirnya bisa berjumpa kembali dengan pelajaran ini. Dimana pelajaran ini sangat di senangi oleh mahasiswa yang menyukai MK Logika termasuk saya sendiri.

Dalam Mata Kuliah ini banyak pembelajaran yang harus kita pelajari dan pahami secara Logika, sesuai dengan nama MK nya. Pelajaran ini memang harus menggunakan logika yang secara kaidah bahasanya dirancang sedemikian rupa agar mudah dipahami oleh otak kita. Meskipun dalam pembelajaran kita berbasis online tapi tidak mengurangi rasa semangat saya untuk mengikuti MK logika.

Pada blog kali ini pembahasan materinya tidak jauh berbeda dengan blog sebelumnya, karena materinya yang sama atau temanya yang sama yakni “ Ilmu, Indikasi, dan Kata”. Namun pembahsan kali ini hanya membahas tentang “apa sih pengetahuan, ilmu dan kebenaran?”.
Jika kita amati pengetahuan itu apa yang kita ketahui oleh diri kita yang secara langsung kita amati atau kita baca bahkan bisa kita tangkap dari apa yang kita dengarkan. Sedangkan pengetahuan (knowledge) menjelaskan bahwa tercetaknya gambaran sesuatu didalam pikiran baik dalam bentuk dugaan atau keyakinan. Jadi baru disebut dengan dugaanpun sudah bisa disebut sebagai pengetahuan.

Apa itu tercetaknya gambaran? Sebagai contoh. Misalkan disebutkan kelinci putih, maka dipikiran kita tercetak gambaran tertentu. Maka muncul gambaran bentuk, warna rambutnya seperti apa. Kemudian jika dikatakan filosof, konselor, maka akan muncul gambaran pengetahuan.

 Aristoteles memperkenalkan tiga asas pikiran, diantarnya:
• Asas identitas: jika sesuatu itu benar, maka benarlah ia.

Misalnya:
A: ini Bunda anda (menunjuk bundanya)

Jika anda sudah mengetahui bahwa itu bunda anda. Maka benarlah itu bunda anda.


• Asas kontradiksi: tidak ada pernyataan yang benar dan salah sekaligus.

Misalnya:
A: ini bunda anda (Benar)
B: ini bukan bunda anda (Salah)

Jika bunda anda itu benar, maka ini bukan bunda anda itu salah. Sebaliknya, jika itu bukan bunda anda itu benar, maka ini bunda anda itu salah.

• Asas penolakan kemungkinan ketiga: suatu pernyataan selalu dalam keadaan benar atau salah.

Misalnya: saya mahasiswa

Jika itu benar mahasiswa, harus menggunakan atau menjelaskan dan mempunyai suatu argumentasi atau penjelasan yang kuat agar dapat membuktikan bahwa “saya mahasiswa” itu benar.

 Kriteria kebenaran:
• Korespondensi: sesuai pernyataan dengan kenyataan.

Contoh: “ini api (menunjuk api)”

Jika pernyataan api itu sesuai dengan kenyataannya maka itu benar. Jika “ini api” yang ditunjuknya itu “air” maka itu tidak benar. Karena tidak sesuai dengan kenyataan.

• Koherensi: sesuainya pernyatan-pernyatan dari awal hingga akhir.

Contoh: “saya mahasiswa”

Dalam pernyataannya “saya mahasiswa” ini ia ceritakan mahasiswa dari awal hingga akhir sesuai dengan fakta secara beruntut.

Selain 2 kriteria itu ada juga kriteria. Pragmatis: benar ada manfaat dan real bisa dirasakan.

Contohnya: kita menaiki pesawat terbang dari Jakarta ke Malang. Kita tidak mengetahui apa saja yang ada atau akan terjadi. Tapi kita meyakini bahwa ada manfaat didalmnya dan bisa terasakan oleh kita.

 Pengetahuan ada dua macam:
• Penggambaran (tashawwur): mengetahui esensi dari suatu kata tanpa memberikan pengafirmasian atau penegasan terhadapnnya.

Contoh: mengetahui pengertian dari kata Muhammad, kamu, rumah, burung pohon.

Misalnya: anda mengetahui Muhammad hanya pada si Muhammad yang anda pikirkan dan anda kenal saja.

• Penilaian (tashdiq): mengetahui esnsi dari suatu kata disertai dengan memberikan pengafirmasian atau penegasan terhadapnnya.

Contoh: mengetahui bahwa Ahmad Abdul adalah pelopor kebangkitan umat islam, Indonesia adalah negara yang kaya.

Misalnya: Ahmad Abdul adalah pelopor kebangkitan umat islam. Dalam kalimat tersebut tidak hanya namanya saja tapi juga dijelaskan bahwa Beliau siapa, dan itu apa.

 Kedua jenis pengetahuan itu masing-masing terbagi menjadi dua macam:

• Aksiomatis (badihi): dapat diketahui tanpa pikir panjang.
Contoh: mengetahui makna lapar, haus (tashawwur badihi)
Contoh: mengetahui satu adalah setengah dari dua (tashdiq badihi)

• Teoritis (nazhari): dapat diketahui dengan pemikiran panjang.
Contoh: mengetahui makna listrik, ruh, elektromagnetik (tashawwur nazhari)
Contoh: mengetahui bahwa alam semesta itu diciptakan Tuhan (tashdiq nazhari)

Baik, mungkin itu saja catatan yang saya simak dari pertemuan ke 7. Jika ada kesalahan mohon di maaf.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Link pertemuan ke-07

https://www.facebook.com/groups/781788585797377/permalink/831893594120209/?sfnsn=wiwspmo

Catatan pertemuan ke-06

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh..


Alhamdulillahirobbil alamin.. dalam pertemuan kali ini kita masih bisa diberikan kesehatan sehingga kita bisa melihat serta mempelajari MK Logika yaitu membahas “Ilmu Indikasi dan Kata” dimana pembahasannya mencakup. pengetahuan, indikasi dan kata. Pembahasan ini di berikan oleh Pak Fadhil dimana pembahasannya dicantumkan dengan jelas. Mari kita baca pembahasan yang akan disajikan.

Pengetahuan (knowledge)

Apa sih pengetahuan? Pengetahuan yaitu tercetaknya gambaran sesuatu didalam pikiran dalam bentuk dugaan atau keyakinan. Dalam pengetahuan memiliki tiga asas pikiran diantaranya yaitu.

> Asas identitas merupakan asas yang menegaskan bahwa “jika sesuatu itu benar maka benarlah ia”.

> Asas kontradiksi merupakan asas yang menyatakan bahwa “tidak ada pernyataan yang benar dan salah sekaligus”.

> Asas penolakan kemungkinan ketiga menjelaskan bahwa “suatu pernyataan selalu dalam keadaan benar atau salah”.

Selain asas pikiran ada juga kriteria kebenaran diantaranya:

> Korespodensi yaitu sesuainya pernyataan dengan kenyataan.

> Koherensi adalah sesuainya pernyataan-pernyatan dari awal hingga akhir.

Pengetahuan ada dua macam:


> Penggambaran (tashawwur): mengetahui esensi dari suatu kata tanpa memberikan pengafirmasian atau penegasian terhadapnya.
Contoh: mengetahui pengertian dari kata Ahmad, kamu, rumah, burung, pohon.


> Penilaian (tashdiq): mengetahui esensi dari suatu kata disertai dengan memberikan pengafirmasian atau penegasian terhadapnya.
Contoh: mengetahui bahwa Muhammad Abduh adalah pelopor kebangkitan umat Islam, Indonesia adalah negara yang kaya.

Kedua jenis pengetahuan itu masing-masing terbagi menjadi dua macam:
> Aksiomatis (badihi): dapat diketahui tanpa pemikiran panjang.
Contoh: mengetahui makna lapar, haus. (tashawwur badihi)
Contoh: mengetahui bahwa satu adalah setengah dari dua. (tashdiq badihi)

> Teoritis (nazhari): dapat diketahui dengan pemikiran panjang).

Contoh: mengetahui makna listrik, ruh, elektromagnetik (tashawwur nazhari)
Contoh: mengetahui bahwa alam semesta itu diciptakan Tuhan (tashdiq nazhari)

Mungkin pembahasan kali ini sampai di pengetahuan terlebih dahulu nanti akan di lanjut ke indekasi dan kata. Kurang lebihnya mohon maaf, akhri kata.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai