Catatan pertemuan ke-08

Nama: Samsudin
Nim :191520128

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Alhamdulillah hirobbil alamin pada kesempatan ini kita masih diberikan kesehatan sehingga kita masih bisa melaksanakan aktivitas kita sehari-hari oke langsung saja pada pertemuan ke 9 ini saya akan membahas tentang (Tradisi logika dalam membangun peradaban filsafat barat, sains dan teknologi).

Menurut kiyai Cepu, benda itu ada dua jenis yaitu benda hidup dan mati. Ternyata benda hidup terbagi lagi menjadi dua yaitu tumbuhan dan hewan. Hewan terbagi lagi menjadi dua, menurut Ibnu Sina hewan itu ada yang berfi dikir dan hewan tidak berfikir. Hewan berfikir disebut dengan manusia, sedangkan hewan yang tidak berfikir disebut dengan binatang. Jadi dapat di simpulkan menurut kiyai Cepu, Siapa kah manusia itu? Manusia adalah binatang yang berfikir.

Tiga hal yang harus kamu ketahui tentang manusia dan teknologi

Bahwasanya logika menciptakan iklim berpikir benar, sikap cerdas, teliti, dan mandiri di tengah-tengah masyarakat. Iklim ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan filsafat, lalu memacu perkembangan sains dan teknologi. Hal yang harus diketahui tentang manusia dan teknologi ada tiga yaitu : manusia adalah binatang yang logis, semua manusia adalah filsuf, pentingnya semangat menambah pengetahuan.

1. Manusia Adalah Binatang Yang Logis

Dikatakan bahwasanya dalam istilah manthiq “al-insan jiwa hayawan nathiq”. Merupakan sebutan bagi ilmu logika dikalangan pesantren. Maksudnya, manusia kerap didefinisikan sebagai binatang yang logis atau binatang yang berpikir. Dari kata “nathaqa yanthiqu” yang menjadi akar untuk membentuk kata “manthiq” itu juga berarti berbicara. Hal Inilah yang menunjukkan hubungan yang erat antara berpikir dengan berbicara. Hubungannya sebagai berikut. Perbicaraan adalah pemikiran yang terlihat, sedangkan pikiran adalah pembicaraan yang tersembunyi. Jika kita ingin pembicaraan kita tersembunyi dari orang lain, maka jadikanlah ia pikiran. Sedangkan jika kita ingin pikiran kita terlihat oleh orang lain, maka jadikanlah ia pembicaraan

Definisi “manusia adalah binatang yang berpikir” itu dapat diterima jika kita memahaminya secara utuh dan tidak berhenti pada frasa “manusia itu binatang.” Sebab, di antara makhluk Allah, jelas bahwa manusia adalah benda. Artinya, manusia memiliki jisim, jasad, atau tubuh, bukan seperti malaikat, jin, dan setan yang bukan benda dan tidak kasat mata.

2. Semua Manusia Adalah Filsuf

Filsafat dalam pengertian yang umum bukanlah sesuatu yang jauh atau asing dari hidup kita. Dia sangat dekat. Sebab, dia memicu dan melontarkan pertanyaan-pertanyaan tentang lubuk kehidupan. Pengertian filsafat secara terminologis berbeda dari zaman ke zaman dan aliran ke aliran. Socrates membatasi pengertian filsafat pada kajian tentang kehidupan yang etis. Dia berpandangan bahwa hidup yang tidak dicermati dengan sempurna bukanlah hidup yang layak dijalani. Pandangannya diikuti oleh Cicero yang berpendapat bahwa filsafat adalah pengatur kehidupan manusia dengan memperkenalkannya kaidah perilaku dan makna-makna seperti hak, kewajiban, kebaikan, keburukan, kebajikan, kejahatan, sifat terpuji, sifat tercela, dll.

Pada awal abad 20, orientasi praktis nampak jelas pada William James, tokoh aliran Pragmatisme, yang mengutarakan bahwa filsafat adalah usaha manusia berpikir untuk mewujudkan manfaat praktis yang diinginkannya, atau bukanlah kajian tentang problem teoritis dan wacana spekulatif. Ini senada dengan lontaran Karl Marx bahwa para filsuf telah berusaha menjelaskan alam dengan berbagai cara, tapi tugas filsuf yang sesungguhnya adalah mengubah alam, mengganti rezim yang ada, dan membebaskan manusia dari kesewenang-wenangan dan mitos-mitos.

Selain Pragmatisme dan Marxisme, ada aliran-aliran lain seperti Filsafat Analitik, Positivisme-Logis, dan Eksistensialisme yang juga melontarkan pengertian filsafat yang berbeda satu dengan lainnya.

3. Pentingnya Semangat Menambah Pengetahuan

Patokan pengetahuan yang paling perlu dipahami berkaitan dengan tiga hal, yaitu alat dan sumber pengetahuan, dan hubungan keduanya.

Ilmu dalam pengertian yang luas sebanding dengan pengetahuan. Dalam pengertian yang sempit, ilmu sinonim dengan sains, yaitu bentuk pengetahuan yang sistematis dan bertujuan menyingkap rahasia fenomena-fenomena alamiah/sosial dengan cara mengungkap prinsip-prinsip yang mengatur proses terjadinya fenomena tersebut, lalu mengendalikannya untuk kepentingan manusia. Dalam pengertian inilah Bacon mengatakan bahwa pengetahuan adalah kekuatan. Maksudnya, jika kita mengetahui prinsip yang mengatur suatu fenomena, maka kita dapat menggunakan pengetahuan itu untuk mengembangkan kehidupan manusia.

Pengetahuan manusia terus bertambah. Namun, sebanyak apapun pengetahuan manusia, pengetahuan mereka tetap sangat sedikit. Mereka harus terus meminta tambahan ilmu kepada Tuhan Yang Maha Tahu. Manusia juga harus menggunakan akal pikirannya untuk mengenal Sang MahaTahu ini, lalu mendekatkan diri kepada-Nya dan hidup sesuai ajaran-Nya. Kalau tidak, betapapun majunya sains dan teknologi yang dimiliki oleh seseorang atau suatu bangsa, maka mereka tetap dapat disebut sama saja bahkan lebih kejam daripada binatang.

https://santrishabran.net/tiga-hal-yang-harus-kamu-ketahui-tentang-manusia-dan-teknologi/

Mungkin itu saja yang bisa dapat saya sampaikan kurang dan lebihnya mohon maaf…

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai