Catatan pertemuan ke-03

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…


Alhamdullillah kita semua masih di berikan kesehatan sehingga kita masih tetap belajar meskipun via daring atau online kali ini saya akan menulis apa yang saya pelajari pada 23-maret-2021, ketika itu pembahasan berlangsung secara mandiri dan individu, pembahasan pertemuan ke-3 ini membahas tentang “Sejarah Ilmu Logika dan Hubungannya Dengan Ilmu Lain.

A. Logika Dengan Ilmu Lain
Sesuai dengan pembahasannya pada kali ini mungkin dibatasi atau hanya membahas Logika dengan Bahasa, Psikologi, dan Matematika. Sebenarnya bukan hanya ini saja yang berkaitan dengan logika, tapi ilmu ini memiliki kaitan klasik dengan logika dan merupakan urgensi mengetahui hal ini dikarenakan ramainya perdebatan para akademisi dalam masalah ini.

• Logika dan Bahasa
Bahasa adalah alat untuk mengungkapkan ide-ide dan perasaan-perasaan manusia kepada orang-orang lain sehingga terjadi komunikasi di antara mereka dan kehidupan sosial manusia dapat berjalan. Struktur bahasa sebagaimana sudah tersusun dalam kaidah-kaidah yang disebut nahwu, grammer, ilmu tata bahasa cermat dan jelas. Abu Hayyan mengutip dari gurunya Abu Sulayman al-Sijistani, merangkum tentang pembahasan antara logika dan bahasa dengan mengatakan, “Nahwu adalah logika bahasa Arab, sedangkan tatabahasa adalah tata bahasa rasional.” Ilmu tata bahasa Arab adalah logika bangsa Arab saja, sedangkan logika adalah tata bahasa yang memuat kaidah-kaidah umum bagi akal manusia apapun bahasa yang dia pakai untuk berpikir.

• Logika dan psikologi
Aktivitas logika dengan aktivitas kejiwaan saling berkaitan dalam menemukan hubungan yang jelas antara logika dengan psikologi. Namun kedua ilmu ini benar-benar berbeda, jika psikologi berupaya mendeskripsikan realitas-realitas yang berkaitan dengan bentuk tertentu dari aktivitas mental, memnetapkan hukum yang menafsirkannya tanpa memeperhatikan masalah validitas dan invaliditas proposisi serta kesahihan logis dalam argumentasi. Sedangkan logika tertuju pada pemikiran dari segi koherensinya, validitas formalnya, dan kesesuaiannya dengan standar-standar benar salah.

• Logika dan matematika
Pada abad ke-19, matematika berkembang pesat berkembang kearah logika bercorak matematis dan matematika bercorak logis, sehingga pembicaraan tentang logika tanpa matematika sesprti pembicaraan matematika tanpa logika, yaitu tidak sempurna dan tidak memuaskan. Russell mengatakan bahwa logika dan matematika, keduanya adalah satu, dan perbedaan keduanya bisa diibaratkan antara remaja dengan orang dewasa. Logika adalah remajanya matematika dan matematika adalah orang dewasanya logika.

Mohon maaf Apabila ada kesalahan dari segi ketikan dan kata-kata saya..

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai